JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

BPTP Balitbangtan NTT Dampingi Poktan Fajar Pagi - Desa Raknamo Secara Rutin

Dalam program pendampingan kawasan Peternakan di daerah Kabupaten Kupang, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTT melakukan pendampingan ke kelompok tani ternak (Poktan) Fajar Pagi di desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang secara rutin setiap bulan sejak tahun 2018. Pada bulan ini, pendampingan dilakukan selama 3 (hari) yaitu, 10 – 12 Juli 2019. Poktan yang diketuai oleh Bapak Maxi Bira ini terbentuk awal tahun 2018 beranggotakan 50 orang bermata pencaharian sebagai petani peternak. Setiap 1 (satu) orang memelihara rata-rata 4 ekor ternak, sehingga populasi ternak sapi sekarang berjumlah 200 ekor yang tersebar di 5 lokasi kandang kelompok di desa Raknamo.

Upaya pengembangan populasi ternak sapi di Poktan Fajar Pagi semakin meningkat, hal ini didukung oleh kerjasama BPTP Balitbangtan NTT dan Dinas Peternakan Kabupaten Kupang dengan Bank NTT melalui pembiayaan modal awal berupa dana Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pada pertengahan tahun 2019 ini, banyak anggota poktan yang mengajukan pinjaman dana KUR ke Bank, kebanyakan bulan ini sudah pengajuan pinjaman kedua atau tiga kalinya. Satu orang peternak berkesempatan mengajukan pinjaman ke bank sebesar Rp 25.000.000,- atau senilai 4 ekor ternak. Periode pemeliharaan ternak rata-rata 6 (enam) bulan, dalam waktu 6 bulan peternak menghasilkan keuntungan rata-rata berkisar Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000,- dengan kenaikan bobot badan dari sapi bakalan sampai siap jual berkisar 80 kg – 100 kg BB/ 6 bulan. Hasil dari penjualan ternak ini digunakan peternak untuk biaya sekolah anak, biaya hidup sehari-hari, dan biaya modal untuk mengembangkan ternak lagi.

Pada bulan Juli 2019 ini, banyak ternak sapi baru yang masuk ke kandang, maka tindakan dari BPTP Balitbangtan NTT agar ternak sapi tersebut dapat berkembang baik dan optimal dengan memberikan layanan kesehatan ternak. Kegiatan ini antara lain: penimbangan berat badan ternak sapi, kontrol kesehatan ternak sapi, dan monitoring lahan Hijauan Pakan Ternak (HPT) berupa lamtoro taramba. Kegiatan penimbangan berat badan ini bertujuan untuk memantau kondisi pertumbuhan dan perkembangan ternak sapi. Kegiatan kontrol kesehatan ternak yang baru datang dengan memberikan obat cacing dan vitamin B-Kompleks. Untuk mendukung daya tahan tubuh ternak agar resisten terhadap penyakit maka diperlukan nutrisi pakan yang baik yang kaya sumber protein, salah satunya dengan pakan Lamtoro Taramba. Lahan lamtoro taramba yang dimiliki kelompok Fajar Pagi berawal dari 10 Ha sekarang menjadi 25 Ha di lima lokasi. Selain ditanami lamtoro taramba, lahan ini ditanami tanaman pertanian, palawija, dan jagung. Lamtoro taramba saat ini berumur 8 (delapan)  bulan, dengan tinggi tanaman rata-rata 217,5 cm dan tanaman sebagian sudah mulai berbunga.

Kegiatan pendampingan ternak yang dilakukan BPTP NTT ini sangat memberikan manfaat yang dirasakan oleh petani peternak. Dengan kegiatan pendampingan ternak sapi yang dilaksanakan secara rutin ini diharapkan populasi ternak sapi sehat dan populasi meningkat. (MK/SR/AS/YA)