JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

Temu Lapang dan Panen Jagung Hibrida Nasa 29

(Rabu, 5/12/'18) bertempat di BPP Oeteta kecamatan Sulamu kabupaten Kupang, dilaksanakan Temu Lapang dan Panen simbolik dalam kegiatan Kaji Terap Inovasi Pertanian. Kegiatan kaji terap merupakan salah satu cara dalam Proses Diseminasi teknologi pertanian dari Badan Litbang Pertanian kepada pengguna. Dalam kegiatan kaji terap 2018 berbasis jagung hibrida Nasa 29 melibatkan unsur peneliti, penyuluh dari BPTP NTT, penyuluh pertanian kabupaten kupang khususnya kecamatan Sulamu dan petani Oeteta.

Kegiatan Temu Lapang dan Panen simbolik dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan dari rangkaian kegiatan kaji, acara didahului  penjelasan kegiatan oleh penanggung jawab kegiatan kaji terap 2018, Ir. Adriana Bire, MSc yang melaporkan tentang realisasi kegiatan terutama komponen teknologi  yang diterapkan dalam kegiatan kaji terap. Selanjutnya dilakukan panen jagung simbolik oleh unsur pemerintah  pada lahan pelaksanaan kegiatan kaji terap bersama dari unsur-unsur :  BPTP NTT, Dinas pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Kupang, kepala bidang  Sumber Daya Alam kabupaten Kupang, penyuluh pertanian kecamatan Sulamu, desa Oeteta dan unsur petani.

Setelah panen simbolik, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan arahan dalam bentuk temu wicara. Mewakili kepala BPTP NTT Drs. Jemy Banoet (Kasie TU BPTP NTT) mengatakan kiranya hasil kaji terap ini dapat kiranya dilanjutkan pada musim tanam selanjutnya.  Pengalaman kegiatan kaji terap jagung hibrida Nasa 29 disampaikan oleh Polycarpus Buas, SST sebagai koordinator penyuluh kecamatan Sulamu dan Berto Metkono mewakili petani pelaksana menyatakan bahwa untuk berhasilnya kegiatan dibutuhkan perhatian lebih terutama pengairan dan pemupukan yang sesuai serta perhatin terhadap keamanan dari ternak. Pendapat lain oleh petani pelaksana lainnya (Bernadus Litto) bahwa jagung hibrida Nasa 29 merupakan varietas yang menjanjikan karena mempunyai tongkol besar dan 2 tongkol per pohon. Dalam mengefektifkan ketebatasan air dalam musim kemarau maka model pengairan secara alur adalah cara pengairan yang efektif. 

Harapan disampaikan oleh kepala desa Pitai (Yermias Ndoen) menyatakan bahwa pendampingan teknologi pertanian tetap diperlukan dalam pengembangan jagung di desa Pitai

Acara dilanjutkan dengan temu wicara petani dengan pihak pemerintah. Tanggapan pemerintah dalam kegiatan ini adalah : 1. Kepala desa Oeteta (Yakob Tafai) ): kegiatan kaji terap jagung hibrida Nasa 29 sangat membantu petani terutama utk memotivasi petani menanam jagung 2 kali dalam 1 tahun dan mengetahui proses perbenihan jagung hibrida Nasa 29.  Rencana selanjutnya oleh pemerintah desa akan segera memperhatikan dan merealisasikan solar cell dan pagar di BPP Oeteta. 2. Sekretaris Dinas Pertanian mewakili kepala dinas pertanian kabupaten Kupang (Thimotius Oktovianus, SH) menyampaikan bahwa usulan bantuan pemerintah untuk penyediaan Saprodi pertanian dan pendampingan pengembangan pertanian serta kegiatan penangkaran menjadi perhatian pemerintah. 3. Kepala Dinas Ketahanan pangan kabupaten kupang (Paulus Ati) menyampaikan bahwa sebagai penyuluh pertanian perlu mencari, melakukan, dan mempraktekkan inovasi teknologi pertanian, maka perlu pendampingan oleh BPTP NTT. Sehingga perlu menghadapi tantangan lapangan dengan semangat bekerja.

Produktivitas jagung hibrida Nasa 29 dalam kegiatan Temu Lapang Panen ini sebesar 11 ton per hektar jagung pipilan kering panen.

Peserta yang hadir dalam kegiatan adalah selain unsur pemerintah juga hadir petani dari desa Oeteta, Bipolo, Pitai, Pariti dan desa sekitarnya. (IRR)