JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat datang di Web Site BPTP NTT _______ Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan (BPTP) Nusa Tenggara Timur _______ Jln. Timor Raya Km. 32 Naibonat Kupang _______ Nusa Tenggara Timur _______ email : bptp-ntt@litbang.pertanian.go.id
BPTP-BALITBANGAN- NTT Selenggarakan Zoom Meeeting BPTP NTT Berbagi#01 (Transformasi Hasil Pengkajian Menjadi Karya Tulis Ilmiah Bagi Penyuluh Pertanian)

BPTP-BALITBANGAN- NTT Selenggarakan Zoom Meeeting BPTP NTT Berbagi#01 (Transformasi Hasil Pengkajian Menjadi Karya Tulis Ilmiah Bagi Penyuluh Pertanian)

Karya tulis ilmiah merupakan salah satu butir kegiatan utama bagi penyuluh pertanian, namun dalam pelaksanaannya masih banyak kendala yang dihadapi oleh penyuluh pertanian bagaimana menuangkan hasil kegiatan di lapangan (kaji terap, demonstrasi, atau kegiatan lainnya)  menjadi sebuah karya tulis yang dapat dibaca oleh banyak kalangan khususnya pemerhati pembangunan pertanian. Atas dasar itu maka telah diinisiasi sebuah kegiatan zoom meeting dengan icon BPTP NTT BERBAGI yang mana untuk penyampaian pengetahuan dan pengalaman berkaitan dengan Transformasi Hasil Pengkajian Menjadi Karya Tulis Ilmiah Bagi Penyuluh Pertanian merupakan kegiatan pertama di Tahun 2021 dari 15 seri...

BPTP NTT Selenggarakan Rapat Rutin

BPTP NTT Selenggarakan Rapat Rutin

Hari ini Senin, 22 Februari 2021 bertempat di Aula BPTP NTT telah dilaksanakan Rapat Rutin Lingkup BPTP NTT. Rapat dibuka oleh Sub Koordinator KSPP Ir. Irianus R. Rohi, M.Si sebagai pejabat yang mewakili Kepala BPTP NTT (Dr. Procula Rudlof Matitaputty, S.Pt., M.Si tidak berkesempatan hadir karena sedang dalam perjalanan dinas penting ke daratan Sumba.  Rapat ini diikuti oleh seluruh pegawai lingkup BPTP NTT dan dilaksanakan secara off line dan on line. Pegawai yang berada di Kantor Pusat, IP2TP Naibonat, dan IP2TP Lili mengikuti rapat secara off line dengan menerapkan protokol kesehatan. Sementara...

Kawasan Inovasi Pertanian (Kawitan) Kupang Tengah Harus Terus Berbenah Diri Sebagai Tempat Pembelajaran Bagi Masyarakat Petani Sekitarnya

Kawasan Inovasi Pertanian (Kawitan) Kupang Tengah Harus Terus Berbenah Diri Sebagai Tempat Pembelajaran Bagi Masyarakat Petani Sekitarnya

Kelompok tani Rindu Sejahtera Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang merupakan salah satu tempat yang ditetapkan sebagai tempat pengembangan Kawasan Inovasi Pertanian berbasis padi sawah. Penetapan ini sudah terjadi sejak Tahun 2019 dimana antara BPTP-Balitbangtan-NTT dan Kelompok Tani Rindu Sejahtera berkomitmen untuk mendayagunakan semua potensi yang ada di tempat tersebut sebagai tempat pembelajaran bagi masyarakat luas khususnya masyarakat tani yang ada di Kupang Tengah khususnya dan dari tempat lain pada umumnya. Salah satu tujuan utama dari pengembangan KAWITAN adalah mendekatkan inovasi teknologi hasil penelitian dan pengkajian Balitbangtan kepada petani sebagai pelaku...

Penampilan Jagung Lamuru di Kelompok Tani Fajar Pagi, Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang

Penampilan Jagung Lamuru di Kelompok Tani Fajar Pagi, Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang

Dalam kaitannya dengan pendampingan kelompok tani, sekalipun masih dalam masa-masa pandemic, namun penyuluh BPTP-Balitbangtan-NTT terus melakukan pendampingan khususnya tim Desentralisasi Produksi Benih Sumber Jagung Berbasis Korporasi Petani melalui Display VUB Jagung Lamuru dan Sekolah Lapang Tahun 2020. Hal ini menunjukkan bahwa sekalipun tahun telah berganti, namun kegiatan masih terus berlanjut dan menunggu masa panen pada 3 bulan ke depan untuk dapat menghasilkan benih.

BPTP NTT Menyaksikan Penandatanganan PKS

BPTP NTT Menyaksikan Penandatanganan PKS

Bertempat di Aula Dinass Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Ketahanan Pangan kabupaten Kupang di Oelamasi telah dilakukan penandatanganan terpisah Perjanjian  Kerja sama (PKS)  antara Balai Besar Penelitian Tanaman padi dan Dinass Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang tentang  Penyaluran Benih Varietas Inpari IR Nutri Zinc kepada Petani di Kabupaten Kupang, nomor B-1423/LB.010/H.2.1/11/2020 dan Nomor 007/2467/DIPERTA/2020.

BPTP NTT Selenggarakan Bimtek Budidaya Ayam Kub Mendukung Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Oelpuah

BPTP NTT Selenggarakan Bimtek Budidaya Ayam Kub Mendukung Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Oelpuah

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT pada Jumat (15/01/2021) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) dalam program pemberdayaan masyarakat di Desa Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Bimtek ini berlangsung di Aula Kantor Desa Oelpuah yang dihadiri oleh Kepala Desa Oelpuah, Abdi Ida Setiawati Rohi, S.IP. Kepala BPTP NTT yang diwakili oleh Kepala Kerja Sama Pelayanan Pengkajian (KSPP), Ir. Irianus Rejeki Rohi, M.Si, serta dihadiri perwakilan dari masing-masing kelompok pemberdayaan masyarakat sebanyak 15 orang.

  • BPTP-BALITBANGAN- NTT Selenggarakan Zoom Meeeting BPTP NTT Berbagi#01 (Transformasi Hasil Pengkajian Menjadi Karya Tulis Ilmiah Bagi Penyuluh Pertanian)

    BPTP-BALITBANGAN- NTT Selenggarakan Zoom Meeeting BPTP NTT Berbagi#01 (Transformasi Hasil Pengkajian Menjadi Karya Tulis Ilmiah Bagi Penyuluh Pertanian)

    Monday, 01 March 2021 01:21
  • BPTP NTT Selenggarakan Rapat Rutin

    BPTP NTT Selenggarakan Rapat Rutin

    Wednesday, 24 February 2021 02:01
  • Kawasan Inovasi Pertanian (Kawitan) Kupang Tengah Harus Terus Berbenah Diri Sebagai Tempat Pembelajaran Bagi Masyarakat Petani Sekitarnya

    Kawasan Inovasi Pertanian (Kawitan) Kupang Tengah Harus Terus Berbenah Diri Sebagai Tempat Pembelajaran Bagi Masyarakat Petani Sekitarnya

    Monday, 15 February 2021 06:44
  • Penampilan Jagung Lamuru di Kelompok Tani Fajar Pagi, Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang

    Penampilan Jagung Lamuru di Kelompok Tani Fajar Pagi, Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang

    Wednesday, 27 January 2021 02:09
  • BPTP NTT Menyaksikan Penandatanganan PKS

    BPTP NTT Menyaksikan Penandatanganan PKS

    Wednesday, 27 January 2021 01:55
  • BPTP NTT Selenggarakan Bimtek Budidaya Ayam Kub Mendukung Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Oelpuah

    BPTP NTT Selenggarakan Bimtek Budidaya Ayam Kub Mendukung Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Oelpuah

    Tuesday, 19 January 2021 05:19

Membina Gairah Petani terhadap Teknologi Agens Hayati

Aplikasi agens hayati seperti pupuk dan pestisida hayati pada pertanian diyakini sebagai alternatif utama terhadap bahan agrokimia. Praktek Pertanian yang Baik (Good Agricultre Practices/GAP), keberlanjutan pertanian, keamanan pangan dan kelestarian lingkungan bisa lebih terjamin, biaya produksi lebih murah. Namun, aplikasinya secara global maupun di Asia masih lamban, terhadang banyak kendala.
Satu lokakarya internasional yang diselenggarakan FFTC bersama Dewan Riset Pertanian Pilipina (PCARRD) beberapa waktu lalu di Los Banos, Pilipina mencoba mengamati status pupuk dan pestisda hayati di seputar Asia-Pasifik, penerimaan petani, serta masalah yang dihadapi. Dan bagaimana caranya agar petani, khususnya petani kecil, lebih bersemangat menerima dan menggunakan pupuk dan pestisida hayati.
Pertemuan tersebut telah memberi pemahaman yang lebih baik tentang kemanjuran dan keamanan teknologi agens hayati bagi pertanian skala kecil dan memberi gambaran jelas tentang status dan prospek agens hayati sebagai strategi yang menjanjikan bagi produksi tanaman yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sementara itu kebanyakan petani kecil di kawasan Asia masih meneruskan ketergantungan pada pupuk dan pestisida anorganik. Pangsa alternatif hayati di pasar perlindungan tanaman baru 1-2%, itupun didominasi oleh produk rekayasa genetik Bt.
Padahal, peluang mengembangkan teknologi agens hayati dan aplikasinya di Asia sangat besar karena cukup efektif dan efisien biaya, mudah diproduksi secara masal, sesuai untuk GAP, pangan aman dan ramah lingkungan. Beberapa negara Asia-Pasifik sudah melakukan langkah terobosan cukup berarti dalam pengembangan teknologi agens hayati, di antaranya Jepang, Korea dan Taiwan. Upaya itu dilengkapi dengan kegiatan promosi untuk mendorong penerimaan dan penggunaan oleh petani kecil. Namun, secara umum kemajuan peranan teknologi agens hayati kelihatannya masih lamban.
Di Jepang, Federasi Koperasi Pertanian Tokachi (TFAC) memproduksi dan mendistribusikan jenis-jenis pupuk hayati rhizobium, ada untuk tanaman kedelai dan kacang-kacangan lain, untuk inokulasi benih leguminosa dan untuk pelapis benih rerumputan leguminosa. Di Hokaido, 80% petani menggunakan pupuk hayati ini.
Di Korea Selatan, pangsa pestisida hayati di pasar pestisida (2007) sudah mencapai 2,8% (US$ 35 juta). Pestisida hayati andalan yang luas digunakan petani adalah campuran kuning telur dengan minyak makan (egg yolk and cooking oil mixture/EYCO) untuk melawan berbagai hama dan menyehatkan tanaman. (Sinar Tani)