JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Temu Lapang dan Panen Jagung Hibrida Nasa 29

Temu Lapang dan Panen Jagung Hibrida Nasa 29

(Rabu, 5/12/'18) bertempat di BPP Oeteta kecamatan Sulamu kabupaten Kupang, dilaksanakan...

Mantapkan Persiapan Panen Jagung Nasa 29 Hasil Kaji Terap BPTP Balitbangtan NTT di Oeteta

Mantapkan Persiapan Panen Jagung Nasa 29 Hasil Kaji Terap BPTP Balitbangtan NTT di Oeteta

Senyum sumringah dengan wajah cerah ceria dan gaya para Penyuluh BP3K Oeteta Kabupaten...

Kepala BPTP NTT Beserta Tim dari Dinas Pertanian NTT Meninjau Kesiapan Distribusi 15.000 Benih Kakao dan 25 000 Benih Jambu Mete

Kepala BPTP NTT Beserta Tim dari Dinas Pertanian NTT Meninjau Kesiapan Distribusi 15.000 Benih Kakao dan 25 000 Benih Jambu Mete

Kepala BPTP Balitbangtan NTT, Dr. Ir. Syamsuddin, M.Sc, didampingi Tim Perbenihan Tanaman...

Lebih 100 Penyuluh di Pulau Sumba Dapat Bimtek  Turiman  Dari Peneliti BPTP NTT

Lebih 100 Penyuluh di Pulau Sumba Dapat Bimtek Turiman Dari Peneliti BPTP NTT

Kupang,  (27/11/18), Hampir 200 orang Penyuluh, Petugas Lapangan dan unsur Aparat...

  • Temu Lapang dan Panen Jagung Hibrida Nasa 29

    Temu Lapang dan Panen Jagung Hibrida Nasa 29

    Wednesday, 05 December 2018 11:33
  • Mantapkan Persiapan Panen Jagung Nasa 29 Hasil Kaji Terap BPTP Balitbangtan NTT di Oeteta

    Mantapkan Persiapan Panen Jagung Nasa 29 Hasil Kaji Terap BPTP Balitbangtan NTT di Oeteta

    Tuesday, 04 December 2018 00:26
  • Kepala BPTP NTT Beserta Tim dari Dinas Pertanian NTT Meninjau Kesiapan Distribusi 15.000 Benih Kakao dan 25 000 Benih Jambu Mete

    Kepala BPTP NTT Beserta Tim dari Dinas Pertanian NTT Meninjau Kesiapan Distribusi 15.000 Benih Kakao dan 25 000 Benih Jambu Mete

    Thursday, 29 November 2018 00:40
  • Lebih 100 Penyuluh di Pulau Sumba Dapat Bimtek  Turiman  Dari Peneliti BPTP NTT

    Lebih 100 Penyuluh di Pulau Sumba Dapat Bimtek Turiman Dari Peneliti BPTP NTT

    Tuesday, 27 November 2018 14:30

Info Teknologi

TINGKATKAN PRODUKSI DENGAN SISTEM TANAM JAJAR LEGO...
23 Apr 2012 02:20 - Administrator

SUCCESS STORY

Berbicara tentang Legowo tentunya tak dapat dipisahkan dengan sistem usahatani padi sawah yang juga sangat berkaitan dengan penggunaan varietas unggul baru. Legowo yang secara harafiah be [ ... ]

Selengkapnya
Mengurangi Dampak Perubahan Iklim Pada Padi
15 Sep 2011 00:26 - Administrator

Ancaman perubahan iklim terhadap padi tidak boleh dipandang remeh. Padi adalah makanan pokok 3 milyar penduduk bumi termasuk jumlah terbanyak dari 1 juta warga miskin dunia. Kebutuhan beras masih akan [ ... ]

Selengkapnya
Artikel lainnya

Media Sosial

Ancaman Bencana Pangan di Kawasan Tropis

Bagi kawasan tropis bumi, perubahan iklim global akan menyebabkan musim-musim bertanam semakin pendek, semakin panas atau kering. Penduduk miskin di berbagai wilayah tropis, menurut hasil studi terbaru, dibayangi oleh bencana besar rawan pangan. Dalam waktu kurang dari 40 tahun ke depan, ratusan juta penduduk miskin kronis di kawasan Afrika, Asia Selatan, dan bisa juga di China dan Amerika Latin akan menghadapi bencana tersebut karena berada dalam titik-titik panas (hotsopts) perubahan iklim. Untuk menghindarinya diperlukan upaya adaptasi yang lebih besar dari apa yang dilakukan masyarakat dunia sekarang. Peringatan tersebut dinyatakan dalam laporan hasil studi CGIAR Research Program on Climate Change, Agriculture and Food Security (CCAFS) yang berjudul “Mapping Hotspots of Climate and Food Security in the Global Tropics” dan disiarkan awal Juni 2011. Studi itu mencoba mengamati kebutuhan mendesak upaya adaptasi terhadap perubahan iklim pada masyarakat dan daerah yang potensial ditimpa kondisi pertanaman yang semakin keras. Studi CCAFS yang dilakukan bersama Earth System Science Partnership (ESSP) telah mencocokkan titik-titik panas perubahan iklim di masa depan dengan daerah-daerah yang telah dilanda masalah pangan kronis untuk mengidentifikasi penduduk yang sangat terancam bencana besar rawan pangan. Sampai tahun 2050, di daerah-daerah dengan kondisi demikian, terutama di Afrika dan Asia Selatan, dan secara potensial juga di China dan Amerika Latin, musim tanam akan semakin pendek, semakin panas atau semakin kering. Para peneliti menandai area yang sangat rentan ancaman dengan menggunakan satu rangkaian model iklim dan indikator masalah pangan untuk menciptakan satu rangkaian peta yang rinci. Ada yang menunjukkan wilayah-wilayah yang berada dalam risiko melewati ambang iklim, seperti suhu udara yang terlalu tinggi bagi tanaman jagung atau kacang-kacangan sehingga akan mengurangi produksi pangan. Ada yang menunjukkan wilayah yang sensitif terhadap peralihan iklim karena penggunaan areal yang cukup besar untuk produksi pertanian. Ada pula peta wilayah-wilayah dengan sejarah panjang rawan pangan.(Sinar Tani)