JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
KPPN Kupang Perkenalkan Aplikasi SAKTI di BPTP NTT

KPPN Kupang Perkenalkan Aplikasi SAKTI di BPTP NTT

#SahabaTani #SalamInovasi #bptpntt Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi...

UPBS - BPTP NTT Capai Target PNBP

UPBS - BPTP NTT Capai Target PNBP

#SahabaTani #SalamInovasi #bptpntt Unit Pelayanan Benih Sumber (UPBS) merupakan salah...

BPTP NTT Jajaki Kerjasama Dengan Media

BPTP NTT Jajaki Kerjasama Dengan Media

#SahabaTani #SalamInovasi #bptpntt Naibonat, PK - Kepala BPTP NTT, Dr. Procula Rudlof...

BPTP NTT Teken MOU Dengan SMKN I Soe

BPTP NTT Teken MOU Dengan SMKN I Soe

Bertempat di kantor BPTP NTT, Jumat (17/1) dilakukan penandatanganan kerjasama (MOU)...

  • KPPN Kupang Perkenalkan Aplikasi SAKTI di BPTP NTT

    KPPN Kupang Perkenalkan Aplikasi SAKTI di BPTP NTT

    Friday, 24 January 2020 01:15
  • UPBS - BPTP NTT Capai Target PNBP

    UPBS - BPTP NTT Capai Target PNBP

    Thursday, 23 January 2020 00:26
  • BPTP NTT Jajaki Kerjasama Dengan Media

    BPTP NTT Jajaki Kerjasama Dengan Media

    Wednesday, 22 January 2020 00:50
  • BPTP NTT Teken MOU Dengan SMKN I Soe

    BPTP NTT Teken MOU Dengan SMKN I Soe

    Tuesday, 21 January 2020 00:27

Info Teknologi

TINGKATKAN PRODUKSI DENGAN SISTEM TANAM JAJAR LEGO...
23 Apr 2012 02:20 - Administrator

SUCCESS STORY

Berbicara tentang Legowo tentunya tak dapat dipisahkan dengan sistem usahatani padi sawah yang juga sangat berkaitan dengan penggunaan varietas unggul baru. Legowo yang secara harafiah be [ ... ]

Selengkapnya
Mengurangi Dampak Perubahan Iklim Pada Padi
15 Sep 2011 00:26 - Administrator

Ancaman perubahan iklim terhadap padi tidak boleh dipandang remeh. Padi adalah makanan pokok 3 milyar penduduk bumi termasuk jumlah terbanyak dari 1 juta warga miskin dunia. Kebutuhan beras masih akan [ ... ]

Selengkapnya
Artikel lainnya

Media Sosial

Ancaman Bencana Pangan di Kawasan Tropis

Bagi kawasan tropis bumi, perubahan iklim global akan menyebabkan musim-musim bertanam semakin pendek, semakin panas atau kering. Penduduk miskin di berbagai wilayah tropis, menurut hasil studi terbaru, dibayangi oleh bencana besar rawan pangan. Dalam waktu kurang dari 40 tahun ke depan, ratusan juta penduduk miskin kronis di kawasan Afrika, Asia Selatan, dan bisa juga di China dan Amerika Latin akan menghadapi bencana tersebut karena berada dalam titik-titik panas (hotsopts) perubahan iklim. Untuk menghindarinya diperlukan upaya adaptasi yang lebih besar dari apa yang dilakukan masyarakat dunia sekarang. Peringatan tersebut dinyatakan dalam laporan hasil studi CGIAR Research Program on Climate Change, Agriculture and Food Security (CCAFS) yang berjudul “Mapping Hotspots of Climate and Food Security in the Global Tropics” dan disiarkan awal Juni 2011. Studi itu mencoba mengamati kebutuhan mendesak upaya adaptasi terhadap perubahan iklim pada masyarakat dan daerah yang potensial ditimpa kondisi pertanaman yang semakin keras. Studi CCAFS yang dilakukan bersama Earth System Science Partnership (ESSP) telah mencocokkan titik-titik panas perubahan iklim di masa depan dengan daerah-daerah yang telah dilanda masalah pangan kronis untuk mengidentifikasi penduduk yang sangat terancam bencana besar rawan pangan. Sampai tahun 2050, di daerah-daerah dengan kondisi demikian, terutama di Afrika dan Asia Selatan, dan secara potensial juga di China dan Amerika Latin, musim tanam akan semakin pendek, semakin panas atau semakin kering. Para peneliti menandai area yang sangat rentan ancaman dengan menggunakan satu rangkaian model iklim dan indikator masalah pangan untuk menciptakan satu rangkaian peta yang rinci. Ada yang menunjukkan wilayah-wilayah yang berada dalam risiko melewati ambang iklim, seperti suhu udara yang terlalu tinggi bagi tanaman jagung atau kacang-kacangan sehingga akan mengurangi produksi pangan. Ada yang menunjukkan wilayah yang sensitif terhadap peralihan iklim karena penggunaan areal yang cukup besar untuk produksi pertanian. Ada pula peta wilayah-wilayah dengan sejarah panjang rawan pangan.(Sinar Tani)