JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Tidak Mau Ketinggalan dengan Mahasiswa, PAUD Siloam Asam Tiga Datang Wisata Belajar di BPTP NTT

Tidak Mau Ketinggalan dengan Mahasiswa, PAUD Siloam Asam Tiga Datang Wisata Belajar di BPTP NTT

Pembelajaran yang dilakukan di sekolah tidak hanya berupa kegiatan di dalam kelas. Proses...

BPTP NTT Salurkan 400 Ekor Ayam KUB Untuk 2 Desa Oase di Malaka

BPTP NTT Salurkan 400 Ekor Ayam KUB Untuk 2 Desa Oase di Malaka

Dua Desa Oase di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur ( NTT) yang dicanangkan kabinet...

Keberhasilan Penyediaan Benih Padi Varietas Inpari 41 di Desa Tupan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten TTS

Keberhasilan Penyediaan Benih Padi Varietas Inpari 41 di Desa Tupan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten TTS

Melalui Sekolah Lapang (SL) Penangkaran benih padi adalah suatu proses transfer...

Panen Nasa 29 di Kupang ,Laiskodat Jadikan Riset sebagai Acuan Pembangunan Pertanian Di NTT

Panen Nasa 29 di Kupang ,Laiskodat Jadikan Riset sebagai Acuan Pembangunan Pertanian Di NTT

Kegiatan panen secara simbolis Jagung Varietas unggul Nasa 29 yang dihasilkan Peneliti...

  • Tidak Mau Ketinggalan dengan Mahasiswa, PAUD Siloam Asam Tiga Datang Wisata Belajar di BPTP NTT

    Tidak Mau Ketinggalan dengan Mahasiswa, PAUD Siloam Asam Tiga Datang Wisata Belajar di BPTP NTT

    Thursday, 18 October 2018 06:25
  • BPTP NTT Salurkan 400 Ekor Ayam KUB Untuk 2 Desa Oase di Malaka

    BPTP NTT Salurkan 400 Ekor Ayam KUB Untuk 2 Desa Oase di Malaka

    Wednesday, 17 October 2018 23:55
  • Keberhasilan Penyediaan Benih Padi Varietas Inpari 41 di Desa Tupan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten TTS

    Keberhasilan Penyediaan Benih Padi Varietas Inpari 41 di Desa Tupan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten TTS

    Monday, 15 October 2018 08:14
  • Panen Nasa 29 di Kupang ,Laiskodat Jadikan Riset sebagai Acuan Pembangunan Pertanian Di NTT

    Panen Nasa 29 di Kupang ,Laiskodat Jadikan Riset sebagai Acuan Pembangunan Pertanian Di NTT

    Saturday, 13 October 2018 03:37

Info Teknologi

TINGKATKAN PRODUKSI DENGAN SISTEM TANAM JAJAR LEGO...
23 Apr 2012 02:20 - Administrator

SUCCESS STORY

Berbicara tentang Legowo tentunya tak dapat dipisahkan dengan sistem usahatani padi sawah yang juga sangat berkaitan dengan penggunaan varietas unggul baru. Legowo yang secara harafiah be [ ... ]

Selengkapnya
Mengurangi Dampak Perubahan Iklim Pada Padi
15 Sep 2011 00:26 - Administrator

Ancaman perubahan iklim terhadap padi tidak boleh dipandang remeh. Padi adalah makanan pokok 3 milyar penduduk bumi termasuk jumlah terbanyak dari 1 juta warga miskin dunia. Kebutuhan beras masih akan [ ... ]

Selengkapnya
Artikel lainnya

Media Sosial

GRiSP untuk Menerobos Penghalang Hasil Padi Global

Consultative Group on International Agricultural Research (CGIAR) telah meluncurkan inisiatif yang berjudul Global Rice Science Partnership (GRiSP) yang merupakan kemitraan ilmiah global terbesar untuk pembangunan pertanian berkelanjutan. GRiSP,- sebagai yang pertama kali dalam sejarah-, mengusung rencana strategis dan kerja tunggal bagi riset padi global agar bisa memberi sumbangan lebih efektif dalam menghadapi tantangan pembangunan di tingkat regional, nasional dan lokal.
Informasi dari CGIAR dan IRRI menyatakan langkah-langkah perbaikan dramatis dan revolusioner diperlukan untuk meningkatkan kemampuan petani menghasilkan beras yang tingkat kebutuhannya terus meningkat sementara tingkat hasil cenderung melandai.
Beras merupakan makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi penduduk bumi, utamanya penduduk miskin. Di tengah tantangan berbagai macam kendala, proyeksi ke depan cukup memprihatinkan. Dalam jangka dekat dan menengah kebutuhan beras akan melebihi produksi, sementara harga akan terus meroket. Goncangan-goncangan politik dan ekonomi yang berbahaya bisa timbul di bagian-bagian dunia yang padat penduduk.
Atas dasar kenyataan itu, CGIAR melihat adanya keperluan mendesak melakukan reorientasi dan menyatukan usaha-usaha riset utama dunia mengenai sistem produksi pertanian berbasis padi. GRiSP akan melibatkan sekitar 900 lembaga internasional, regional dan nasional dunia dalam kemitraan global ilmu perpadian.
GRiSP memimpin para ilmuwan untuk memulai upaya yang paling komprehensif yang pernah ada untuk memanfaatkan keragaman genetik padi. Riset diarahkan untuk menemukan gen-gen baru padi dan menafsir fungsinya yang diperlukan untuk mendukung percepatan usaha menerobos penghalang hasil (yield barrier) padi dan untuk membiakkan generasi padi “siap iklim”, yang tahan menghadapi gejala dan dampak perubahan iklim.
Misi GRiSP yang diluncurkan 10 Nopember 2010 pada Kongres Internasional Padi Ke-3 di Hanoi adalah mengurangi kemiskinan dan kelaparan, memperbaiki kesehataan dan nutrisi, mengurangi kerusakan lingkungan dan meningkatkan ketahanan ekosistem sistem produksi padi melalui riset padi, kemitraan dan kepemimpinan internasional bermutu tinggi. GRiSP didisain untuk mencapai 3 tujuan dalam pelaksanaan misinya selama 25 tahun hingga tahun 2035 yang dibagi dalam rencana-rencana kerja 5 tahun.(Sinar Tani)